Connect with us

Jkt Politik

Celoteh Farhat Abbas Soal Pilih Jokowi, Surga, dan Neraka

Published

on

Celoteh Farhat Abbas Soal Pilih Jokowi, Surga, dan Neraka

jktinfo.com JAKARTA Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Farhat Abbas menuai kontroversi dengan pernyataannya yang menyebut pemilih Jokowi dalam Pilpres 2019 akan masuk surga. Sebaliknya, jika tidak memilih Jokowi akan masuk neraka.

Pernyataan itu disampaikan Farhat melalui Instagramnya dan menuai berbagai komentar. Tak hanya masyarakat, TKN Jokowi-Ma’ruf pun menyesali pernyataan yang dilontarkan Farhat.
Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni mengaku kecewa dengan pernyataan Farhat Abbas. Anton mengatakan pernyataan Farhat tidak mewakili narasi kampanye Jokowi-Ma’ruf yang akan digaungkan dalam kampanye Pilpres 2019. Menurutnya, hal itu merupakan wujud ekspresi seorang Farhat Abbas.
“Kami terus terang akan memberikan teguran internal ke Mas Farhat, ini bukan narasi Jokowi-Kiai Ma’ruf, jadi tentu masing-masing punya ekspresi sendiri tapi ini bukan narasi kampanye dari TKN Jokowi-Ma’ruf,” kata Antoni di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).
Sekjen PSI itu mengatakan, Jokowi-Ma’ruf tidak ingin memainkan isu agama kedalam kampanye Pilpres. Sebaliknya, ia ingin menggalakkan demokrasi sejuk dan damai bisa terwujud. “Ini soal duniawi kok,” ungkapnya.
Sedangkan, Wakil Ketua Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding mengaku telah menegur Farhat Abbas terkait pernyataan tidak memilih Jokowi akan masuk neraka dan sebaliknya, teguran disampaikannya melalui aplikasi chat Whatsapp.
Menurut Karding, pernyataan Farhat merupakan bentuk kefanatikannya terhadap sosok Jokowi. Menurut Karding, kefanatikan Farhat terhadap Jokowi, karena ia sering melihat tuduhan negatif yang kerap diterima Jokowi dari rakyatnya sendiri. Karena itu, Farhat mengekspresikan hal itu sebagai counter isu yang kerap menyerang Jokowi.
“Mungkin karena dia fanatik sama Pak Jokowi, ngerasa selama ini orang-orang yang menghina Pak Jokowi mulai dari isu PKI-lah, China-lah, apa semua digoreng terus maka Farhat Abbas bilang tak boleh menghina seperti itu,”ujar Karding di Gedung High End, Jakarta, Rabu (12/9).
Sementara itu, koalisi yang bersebrangan dengan Jokowi-Ma’ruf menyebut pernyataan Farhat Abbas menunjukkan isu yang akan dimainkan dalam kampanye. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pernyataan Farhat menunjukkan kepada masyarakat bahwa kubu Jokowi menggunakan isu SARA di Pilpres 2019.
“Itu menunjukkan kepada masyarakat bahwa yang main SARA ini kubu sebelah, bukan kubu kami. Yang menentukan masuk surga itu Allah, bukan Farhat Abbas, bukan milih Jokowi atau milih Prabowo. Mungkin Bang Farhat harus belajar akidah dan tauhid lagi,” kata Andre usai menghadiri sebuah diskusi di Resto Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

berita terhangat

%d bloggers like this: