Connect with us

Jkt News

4 Tahun Jokowi, Pembangunan Manusia Menjadi Fokus Pemerintah

Published

on

jktinfo.comJAKARTA Pemerintahan Joko WidodoJusuf Kalla genap berusia empat tahun pada 20 Oktober 2018. Di tahun keempat ini, Jokowi berfokus pada aspek pembangunan manusia. Demikian dikatakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding kepada pers di Jakarta.

“Jadi kalau melihat empat tahun pembangunan di zaman Pak Jokowi harus berangkat dari Nawacita yang ada. Kita lihat tahapan target tahun pertama itu meletakkan fondasi. Tahun kedua itu percepatan. Tahun ketiga pemerataan dan tahun keempat pembangunan manusia,” katanya, Minggu (21/10/2018).

Foto: Okezone/Inapgog

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan, Jokowi fokus pada pembangunan manusia di tahun keempat ini karena tantangan eksternal kian besar. Salah satu contohnya ialah kondisi perekonomian global yang menuntut persaingan sehingga mau tidak mau daya saing ekonomi di dalam negeri dan kesejahteraan rakyat mesti ditingkatkan.

“Ada beberapa progres yang baik dari pembangunan manusia. Salah satunya alokasi anggaran pembangunan manusia. Ukurannya tiga: perlindungan sosial, pendidikan dan kesehatan,” ujar Karding.

 

Dia memerinci, alokasi anggaran perlindungan sosial meningkat dari tahun ke tahun sejak 2014. Pada tahun 2014 anggarannya sebesar Rp120,34 triliun. Sedangkan pada 2018 mencapai Rp162,56 triliun. Anggaran pendidikan pada 2014 sebesar Rp126,31 triliun dan meningkat pada 2018 sebesar 146,56 triliun.

“Anggaran kesehatan juga demikian. Rp49,38 (triliun) di 2014 dan Rp65,01 (triliun) pada 2018),” papar dia.

Selain pembangunan manusia, pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing juga dikebut Jokowi. Capres petaha itu fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor maritim seperti menstimulus bank mikro nelayan, memermudah akses bahan bakar nelayan, konektivitas laut dan trasportasinya. “Produksi ikan makin meningkat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Jokowi juga memperbaiki kualitas investasi dalam rangka membangun produktivitas dalam negeri di samping melakukan pembangunan infrastruktur. Selebihnya, pendidikan vokasi juga diberi perhatian agar para lulusannya siap diserap dalam bursa kerja.

“Jadi lulusan SMK, politeknik langsung link and match dengan dunia kerja dan itu sudah luar biasa,” tutup Karding.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

berita terhangat

%d bloggers like this: